hadihammurabi

hadihammurabi

Load Balancing pada Web Server

Load Balancing pada Web Server

Layani jutaan request dengan puluhan proses web server.

Apa itu load balancing? Apa saja yang diperlukan untuk melakukannya? Bagaimana caranya? Pada artikel sebelumnya, kita sudah bahas terkait pengertian dasar load balancing beserta keuntungan bila menggunakannya. Kalau temen-temen belum sempat baca, yuk baca dulu artikelnya di sini.

Di posting kali ini, kita akan membahas bagaimana melakukan load balancing pada web server. Yokkk gasss...

Apa itu web server?

Agar temen-temen nyambung dengan yang dibahas, perlu tau nih apa yang dimaksud web server. Web server adalah layanan yang bertugas menyediakan sebuah web. Semua web yang ada di internet, menggunakan web server agar bisa diakses melalui web browser seperti chrome, firefox, dll.

Dah itu aja. Kita lanjoooottt ...

Apa saja yang dibutuhkan?

Sebelum kita melakukan load balancing pada web server, terdapat beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan.

Nginx

Nginx merupakan salah satu dari sekian banyak web server. Jika temen-temen kurang tertarik dengan Nginx, bisa gunakan web server lain yang support proxy pass. Karena proses load balancing yang akan kita lakukan kali ini memanfaatkan fitur proxy pass tersebut.

Lalu kenapa menggunakan Nginx?

  • Support proxy pass sehingga cocok untuk tutorial load balancing kali ini
  • Banyak digunakan sehingga mudah untuk cari informasinya

Informasi lebih lengkap terkait Nginx, bisa cek di sini.

Situs atau aplikasi web

Karena kita akan melakukan load balancing pada web server, maka diperlukan layanan yang berdiri di atasnya. Kita bisa memanfaatkan jenis web apapun, termasuk situs bahkan aplikasi web.

Kalau misalkan temen-temen punya web, nah bisa tuh untuk coba-coba.

Bagaimana caranya?

Oke, sekarang kita mainan load balancer dengan memanfaatkan fitur proxy pass yang ada di Nginx.

Buka konfigurasi Nginx yang biasanya terdapat di /etc/nginx/nginx.conf. Tambahkan baris berikut ini di dalam blok http.

upstream websaya {
    server 127.0.0.1:8000;
    server 127.0.0.1:8001;
    server 127.0.0.1:8002;
}

server {
    listen 80;

    location / {
        proxy_pass http://websaya;
    }
}

Sekarang, silakan coba akses ke http://localhost, nahhh semua berjalan normal. Ajaib, langsung bisa ahahaha...

Jadi itu tadi ngapain?

Di bagian upstream, artinya kita membuat sekumpulan alamat web yang sedang berjalan bersamaan. Beberapa web yang terdapat pada sebuah upstream akan diberikan beban tugas sesuai request yang masuk. Contohnya kita mendaftarkan 3 web di upstream, maka seluruh request akan dibagi ke masing-masing web tersebut.

Lalu di bagian server, kita mengarahkan semua request yang masuk ke url localhost:80 akan diteruskan ke upstream websaya yang sudah kita buat sebelumnya.

Penutup

Load balancing sangat mudah, bukan? Terutama di Nginx, dengan konfigurasi sederhana, sudah bisa untuk load balancing.

Terima kasih sudah baca.

Kalau mau diskusi, komen aja. Kalau mau berteman, bilang aja 😎

 
Share this